Author:
• Sunday, November 10th, 2013

Tema : Applying Research to our Teachning  of  ICT

Pemateri  : Prof. Bruce Waldrip

                Pada kesempatan kali ini  saya akan me resume seminar  Internasional yang baru-baru ini di adakan di JICA (Kamis 7 November 2013) Universitas Pendidikan Indonesia. Pada seminar tersebut membahas tentang Applying Research to our Teachning  of  ICT dengan pemateri  Prof. Bruce Waldrip.

 

Key Resent Research

–          Representationis

–          Pedagogical content knowledge

–          Argument

–          Reasoring

–          Student voice in learning

–          Personalisation of learning

–          Assesment for learning

 

Theory  of ICT Pedagogy

–          TPAC, 2006

–          Robert, 1996

Define the following g words, demonstrate your definition

–          Work

–          Speed

–          Acceleration

Principles

–          Working as a group (collaboration)

–          Teaching sequence based on series of challenges

–          Challenge are explicity discussed

Integrating technology may

–          Change the way you tech

–          Interact with your student

–          Live you more option to present the materials

–          Free you to really do what you do best tech

Planning the when

–          Be fair

–          Be realistic

–          Be consistant

–          Have the computer

History of computer use until now

–          Emphasis on hardware

–          Low quality of individualization

–          Lock of interactive

Category: Uncategorized  | 364 Comments
Author:
• Saturday, October 26th, 2013

Review Seminar Internasional

 

Narasumber : Mr. Lim Cher Ping dari The Hong Kong Institute of Education

Judul : E-Portfolios in the Development of “Learning how to learn” Competencies

 

Pada kesempatan kali ini  saya akan  mencoba mereview  seminar internasional yang baru-baru ini  di laksanakan di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Pada saat itu pemateri mepresentasikan apa yang disebut E-Portopolio. E-Portofolio ini merupakan sebuah sarana layaknya social media namun lebih dikhususkan untuk tujuan edukasi. Pengenalan E-Portofolio ini dicontohkan dengan menggunakan Mahara. Mahara sendiri merupakan website yang telah terpasang sistem E-Portofolio.

  • Dampak E-Portofolio
    • Mahasiswa dapat mengumpulkan tugas ke E-Portofolio
    • Mahasiswa  dapat  mengembangkan akademiknya dengan masukan-masukan yang di dapatnya.
    • Mahasiswa dapat menampilkan proses pembelajaran mereka serta hasilnya melalui media elektronik, baik berbentuk teks, gambar, ataupun video.
    • Tujuan E-Portofolio
      • Refleksi vs Assesment
      • Manajemen Pembelajaran vs Menampilkan Belajar

 

 

 

 

 

 

 

 

Narasumber : Prof. Zainal. A. Hasibuan, Ph.D

Judul : ICT Trends and Computer Science Education

ICT:

  • ICT merupakan alat untuk menghitung, berkomunikasi, dan menyiarkan
  • ICT berkembang dengan cepat
  • Penggunaan yang berbeda-beda di alam
  • Ketergantungan manusia terhadap ICT cukup tinggi
  • Mudah usang
  • ICT sebagai pendukung

Peran dan Strategis  ICT untuk Indonesia

  • ICT merupakan infrastruktur  penting bagi warga
  • ICT adalah pemicu  bagi pertumbuhan  ekonomi dan produktivitas
  • ICT merupakan sektor strategis dan aset  berharga pemerintah.

 

Untuk mempelajari ICT ini kita tidak bisa menekuni satu teknologi saja, perkembangan ICT ini sangat cepat sehingga menuntut kita untuk mengikuti perkembangan teknologi agar apa yang kita pelajari akan berguna. Sedangkan untuk Pendidikan Ilmu Komputer, beliau menjelaskan akan bahaya dari dunia cyber. Sebagai contoh mulai menghilangnya unsur-unsur budaya Indonesia. Hal tersebut memotivasi beliau untuk membuat game yang berdasarkan budaya Indonesia. Game tersebut terinspirasi dari game yang sudah ada yaitu Sim City.

 

 

 

Category: Uncategorized  | 10 Comments
Author:
• Saturday, October 26th, 2013

 

STATUS PROSES PADA SISTEM OPERASI WINDOWS

Proses merupakan unit kerja terkecil pada sistem operasi atau juga bisa disebut proses adalah program yang sedang  dijalankan atau di eksekusi.. Dalam sistem operasi juga terdapat proses pengalokasian sumber daya. Sumber daya yang dimaksud adalah CPU, memori, file, dan I/O device.

Proses terdiri dari :

  • Sebuah alamat yang dipetakan di memori
  • Kode dari program yang berjalan
  • Data dari program yang berjalan
  • Susunan yang akan dieksekusi
  • Program counter
  • Sejumlah system resource

Proses dimulai :

  • Ketika boots sistem
  • Aksi dari proses lain
  • Aksi dari user
  • Aksi dari Batch Manager (Batch merupakan sebuah program yang dijalankan tanpa perintah dari user)

Proses diakhiri :

  • Normal (Exit seperti biasa)
  • Error
  • Terminated by user or other process (diakhiri secara paksa)

 

Proses yang berjalan pada sistem operasi memiliki berbagai state atau keadaan . State tersebut adalah:

  • New

Proses baru saja dibuat, tetapi belum di masukkan kedalam kumpulan proses yang akan dieksekusi

  • Ready

Proses siap diekseskusi ketika ada kesempatan

  • Running

Proses sedang di eksekusi

  • Blocked

Proses tidak dapat dijalankan hingga sebuah event selesai (seperti penyelesaian operasi I/O)

  • Suspend

Ketika semua proses sedang dalam keadaan Blocked, Sistem Operasi dapat menunda suatu proses dan dialihkan ke keadaan Suspend Exit

  • Exit

Seluruh proses yang telah dilewati tadi diakhiri. Sehingga menjadi akhir dari keadaan atau state yang ada.

 

 

 

 

 

 

 

Referensi

http://bahol.blogspot.com/2009/03/sistem-operasi-linux-dan-windows.html

http://faiznoer.wordpress.com/2011/03/29/konsep-manajemen-proses-windows-2000/

 

http://www.tenouk.com/ModuleT.html

http://searchdatacenter.techtarget.com/definition/batch

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&ved=0CDYQFjAB&url=http%3A%2F%2Fweb.cs.wpi.edu%2F~cs502%2Fs06%2FLectureNotes%2Fwk%25202%2520–%2520Unix%2520Processes.ppt&ei=wxJIUpXfO4KUkwXGv4GwBw&usg=AFQjCNHxraPGATSdkCz-hESJU5AfEqpoUw&sig2=kvb8Unz0iQ2S-a6dxK-5eg&bvm=bv.53217764,d.dGI&cad=rja

 

Category: Uncategorized  | 12 Comments
Author:
• Saturday, October 26th, 2013
Category: Uncategorized  | 11 Comments
Author:
• Thursday, October 24th, 2013

DDR3 SDRAM adalah penerus dan perkembangan dari generasi pendahulunya, yaitu DDR2 SDRAM. Kelebihan utama DDR3 SDRAM adalah kemampuannya untuk menjalankan bus I/O hingga empat kali kecepatan sel-sel memori. Hal ini yang mengakibatkan DDR3 SDRAM mampu mentransmisi data lebih banyak dan lebih cepat dibandingkan generasi pendahulunya. Namun DDR3 SDRAM memiliki latency yang lebih tinggi dibandingkan DDR2 SDRAM. Teknologi DDR3 ini membuka peluang besar diciptakannya chip memori berkapasitas 512 Mbit hingga 8 Gbit, dan secara efektif sangat memungkinkan diwujudkannya pembuatan modul memori berkapasitas maksimum 16 GB

Jenis-jenis RAM:

1. DDR
(Double Data Rate) RAM ini adalah generasi 1 yang memiliki frekuensi transfer antara 200 MHz sampai 400 MHz, DDR RAM ini juga memiliki beberapa jenis, diantaranya DDR-200 yang memiliki memory clock 100 MHz, DDR-266 yang memiliki memory clock 133 MHz, DDR-333 dengan memory clock 166 MHz, serta DDR-400 dengan memory clock 200 MHz, dengan voltase 2,5/2,6 V.

2. DDR2
DDR2 RAM yang memiliki nama standar DDR2-400, DDR2-533, DDR2-677, DDR2-800, dan DDR2-1066, dengan frekuensi transfer antara 400 MHz sampai 1966 MHz. yang memerlukan voltase 1,8 V.

3. DDR3
DDR3, Perbedaan DDR3 dengan DDR2 terletak pada frekuensi transfernya yang lebih tinggi yang mencapai 2133 MHz, sedang DDR2 maksimal hanya sampai 1066 MHz, dilihat dari segi memory clocknya tidak jauh berbeda dengan DDR2 yaitu dari 100 MHz sampai 266 MHz, dengan voltase yang hanya 1,5 V.

Pada Masing-masing jenis RAM di atas merupakan pengembangan dari generasi yang sebelumnya, sehingga pada versi terbaru umumnya mempunyai data rate yang lebih tinggi serta memerlukan daya yang lebih rendah. DDR2 secara teori mempunyai data rate 2x dengan spesifikasi yang sama dibanding DDR (DDR1). begitu juga DDR3 juga mempunyai keunggulan dibanding DDR2, latensi yang lebih unggul, performa yang lebih tinggi pada power/daya yg lebih kecil.

Referensi :

http://gpinkom.wordpress.com/2008/12/02/ddr3-sdram/

http://blog.fastncheap.com/apa-bedanya-ddr-ddr2-dan-ddr3/

Category: Uncategorized  | 576 Comments
Author:
• Thursday, October 24th, 2013

Kali ini saya akan mencoba memberikan informasi tentang perbedaan prosesor Intel core i3, i5, i7. Sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu processor? Processor adalah otak yang menerima instruksi proses sebelum kemudian meneruskannya ke hardware lainnya. Otak pada komputer ini dapat dianalogikan seperti otak kita, artinya dia akan memberikan sinyal terlebih dahulu sebelum tubuh melakukan suatu aktifitas. Adapun pengertian core secara sederhana dapat dijelaskan sebgai proses instruksi yang dapat dijalankan dalam suatu proses. Banyak yang mikir kalau i3 terdapat 3 buah processor, i5 = 5 processor dan i7 = 7 processor. Sebenarnya ini sudah merupakan suatu kesalahan besar. Inisial 3, 5, 7 bukan sebagai indikasi bahwa processor tersebut memiliki jumlah yang sama seperti yang tertera pada namanya, tapi dipengaruhi oleh beberapa kemampuan seperti clockspeed, ghz, chache dan memori support yang dapat diproses dalam satu waktu.
Berbicara tentang produk Intel , sebenarnya Intel sudah agak lama merilis processor terbarunya yaitu Intel i7, kemudian disusul i5, i3. Intel core-i merupakan keluarga processor terbaru dengan diberikannya inovasi teknologi terbaru. Intinya sih core i3 ditujukan buat Entry Level, core i5 buat mid level, kalo core i7 buat High Level. Terus ketiganya bakal ditanam di dekstop maupun notebook. Selain itu, core i5 dan i7 mengadopsi fitur “Intel Turbo Mode Technology” dimana fitur ini akan mematikan core yang tidak dipakai ketika memproses aplikasi yang hanya membutuhkan single thread, ketika memproses aplikasi single thread, processor akan mengoverclock aliran thread data yang berjalan di atasnya sehingga pemrosesan lebih cepat, sedangkan jika memproses aplikasi yang bukan single thread, core tersebut akan hidup kembali. Berikut adalah perbedaan spesifikasi dari masing-masing processor:
•I3 – Terdapat 2 processor didalamnya
•I5 – Terdapat 2 processor Quad Core pada masing-masing processor. Kecuali tipe I5-661 yang menggunakan Dual Core pada masing-masing processor dengan kecepatan 3.2-3.33 GHZ
•I7 – Terdapat 4 processor dengan kecepatan 3.07 GHZ pada masing-masing processor (pada seri tertentu ada juga yang terdapat 6 processor)
Selain jumlah processor perbedaan utama pada I3, I5 dan I7 adalah pada teknologi:
1.Turbo Boost.
Turbo Boost ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan clockspeed pada CPU atau overclocking otomatis dengan mematikan satu-dua engine lainnya untuk memberi porsi lebih pada CPU pada suatu aktivitas yang menuntut processor untuk bekerja lebih keras.
Contoh : Processor Intel Core i-7 720QM memiliki clock speed sebesar 1.60 GHz untuk minimum. Ketika menjalankan aplikasi yang membutuhkan clock speed yang tinggi. Processor secara otomatis meningkatkan clock speed hingga 2.93 GHz maksimum clock speednya. Dan ketika tidak dibutuhkan maka otomatis clock speed nya akan menurun di angka minimum clock speed. Ibarat Speedometer semakin di gas semakin cepat jalan nya kendaraan.
2.Hyper-Treading
Hyper-Treading berkemampuan untuk mensimulasikan jumlah processor yang ada untuk bekerja secara multi-proccess pada bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, pada I3 terdapat 2 buah processor Dual Core didalamnya. (Dual Core = juga memiliki 2 processor).
3.Intel HD Graphics : Grafik yang sudah high definition. Dibandingkan dengan Intel Graphics pada Core 2 Duo, Pada core “i” grafiknya sudah jauh lebih bagus karena sudah HD. ( Pada Core i3, i5 hingga i7 )
4.Maksimum Memory pada RAM hingga 16GB ( Maksimum memory tergantung dari masing – masing tipe processor )
5.Sudah Menggunakan module DDR3 dengan FSB 1066 MHz
Core i3 = Pada core i3 hanya memiliki 2 Core, Hyperthreading ( 4 Way )
Core i5 = Pada core i5 memiliki 2 Core, Hyperthreading ( 4 Way ) dan Turbo Boost
Core i7 = Pada core i7 memiliki 4 Core, Hyperthreading ( 8 Way ) dan Turbo Boost
Penamaannya sendiri tetap mengikuti sistem Core i3/i5/ i7. Bedanya, prosesor ini menggunakan sistem 4 digit, sementara sebelumnya 3 digit. Angka pertama dimulai dari angka 2, karena Intel menganggap Sandy Bridge sebagai prosesor Nehalem generasi kedua. Selain itu, ada pula akhiran K, T, dan S. Akhiran K menunjukkan fasilitas multiplier yang bebas (tidak dikunci). Sementara prosesor akhiran T dan S memiliki TDP yang lebih kecil, yaitu 65 Watt (seri T) dan 45 Watt (seri S).
Sekadar mengingatkan prosesor Sandy Bridge polos dan K memiliki TDP 95 Watt. TDP yang kecil menunjukkan seri T dan S ditujukan untuk sistem terintegrasi seperti Home Theater PC dan lebih banyak dijual untuk pembuat PC.
Sebagai pegangan mudah Sandy Bridge tipe Core i3 memiliki 2 inti sementara untuk Core i5 dan i7 memiliki 4 inti Namun perlu diingat kalau Core i5 seri Lynnfield juga ada yang 2 inti sehingga pastikan Anda memilih prosesor Core i5 dengan 4 digit jika ingin menjajal Sandy Bridge.
Untuk penjelasan lebih detil tentang Core I3, I5 dan I5 dapat dilihat pada kemampuan masing-masing:
Core I3
•Tidak support teknologi Hyper-Treading
•Turbo Boost – Maksimum overclocking otomatis berkisar antara 2.933 GHZ – 3.2 GHZ
•Clock Graphics Processor – 100 MHZ
•L3 Cache – 4 MB
•LGA Socket 1156
•Core I3 mengintegrasikan Virtualizing Tecnology dengan GPU (Graphic Processing Unit) agar dapat berjalan lebih cepat
Core I5
•Support Hyper-Treading
•Terdiri dari 2 processor Dual Core. ada juga seri I5 yang berisi 2 processor Quad Core, namun tidak support Hyper-Treading
•Turbo Boost – Maksimum overclocking otomatis berkisar antara 2.4 GHZ – 3.33 GHZ
•L3 Cache – 4-8 MB
•LGA Socket 1156
•Intel HD Graphics
•Maximal RAM – 16 GB
Core I7
•Terdiri dari 4 processor dengan spesifikasi Quad Core didalamnya
•Support Hyper-Treading – Dapat memecah 4 processor menjadi 8 processor untuk menjalankan proses-proses yang berat secara bersamaan seperti proses 3D Rendering, Video Editing. Animation dsb.
•Turbo Boost – Maksimum overclocking otomatis berkisar 1.73 GHZ – 3.33 GHZ
•L3 Cache – 8-12 MB
•Teknologi Intel QuickPath Interconnect – Untuk mempercepat proses baca data hingga 25.6 GB / detik
•LGA Socket 1156
•Intel HD Graphics
•Maximal RAM – 24 GB
•Processor ini terbagi menjadi dua, yaitu :
Intel Core i7 M
Prosesor ini adalah Arrandale (2 inti prosesor) dengan performa terbaik. Teknologi 32 nm membuatnya bekerja dengan suhu relative rendah. Kecepatan tinggi, Hyper-threading, dan Turbo boost membuatnya memiliki performa tinggi. Apabila dipadu dengan VGA tambahan, notebook berbasis Core i7 M akan menjadi pilihan yang sangat baik bagi pencinta performa tinggi. Kemampuannya bahkan dapat bersaing dengan Core i7 QM. Tentu saja, dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Inter Core i7 QM
Prosesor notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tidak ada VGA di dalam prosesor ini, tapi 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan Turbo boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor! Jika Anda membutuhkan performa notebook tertinggi yang bahkan mampu bersaing dengan desktop, ini adalah pilihannya. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki VGA khusus. Jadi, gamer, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max), dan pencinta performa tinggi akan menyukainya. Tentu saja, ada harga yang harus dibayar untuk performa yang tinggi ini.
Nah bagi anda yang ingin mengetahui lebih banyak macam daripada prosesor ini dapat langsung mengunjungi http://www.intel.com/p/en_US/products sehingga bisa disesuaikan dengan keinginan anda dari clock,cache hingga TDP untuk mobo kesayangan anda.untuk kemampuan OC pilihkan i5 dan i7 dengan kode ” K ” yang dipadankan dengan mobo p67 semoga berguna.

Author:
• Monday, September 16th, 2013

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!